Introduction

 

 

Latar Belakang

 

KNKT adalah lembaga non struktural di lingkungan Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi dan penelitian kecelakaan transportasi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan. Tugas investigasi dan penelitian yang dilakukan oleh KNKT merupakan salah satu rangkaian upaya Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan keselamatan transportasi.

 

KNKT melaksanakan investigasi kecelakaan transportasi dengan berdasarkan azas No Blame, No Judicial dan No Liability Investigation.

 

Tujuan dari investigasi yang dilaksanakan oleh KNKT adalah untuk mengetahui APA, BAGAIMANA dan MENGAPA kecelakaan itu terjadi dengan dasar indentifikasi kelemahan pada sistem keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. Investigasi tidak bertujuan untuk maksud menempatkan kesalahan atau tuntutan hukum kepada individu atau sekumpulan individu atas masalah atau kelemahan apapun yang teridentifikasi dalam investigasi.

 

Untuk melaksanakan tugas investigasi tersebut, KNKT mempunyai wewenang antara lain:

-          memasuki tempat kejadian kecelakaan

-          mengumpulkan barang bukti

-          mengamankan on board recording (OBR)

-          memanggil dan meminta keterangan saksi

-          menentukan penyebab kecelakaan transportasi dengan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan

-          membuat rekomendasi keselamatan transportasi agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak terjadi lagi

 

Hasil investigasi dan penelitian penyebab kecelakaan kereta api yang dibuat dalam bentuk rekomendasi keselamatan wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah, Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian, dan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian serta dapat diumumkan kepada publik.

 

 

Kategori Investigasi

 

Investigasi kecelakaan KA oleh KNKT tidak dilaksanakan pada setiap kecelakaan KA yang terjadi tetapi hanya pada kecelakaan yang memenuhi kategori PLH atau Peristiwa Luar Biasa Hebat; yang artinya adalah kecelakaan kereta api yang mengakibatkan orang tewas, luka parah atau menimbulkan kekusutan hebat.

 

Suatu kecelakaan dapat dikatakan sebagai PLH apabila memenuhi hal-hal sebagai berikut:

 

  • Kecelakaan hebat yang mengakibatkan orang tewas atau luka parah

 

  • Kekusutan hebat apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan:

 

a.    Kerusakan pada sarana dan prasarana kereta api

b.    Kereta api sebagian atau seluruhnya keluar rel atau tabrakan;

c.     Kereta atau gerobak rusak hebat karena ditabrak kereta api atau bagian langsir;

d.    Bahaya karena kelalaian pegawai dalam melakukan urusan perjalanan kereta api atau langsir (termasuk didalamnya tabrakan teoritis dan meluncur/larat);

e.    Terhentinya operasi kereta api atau kereta api mengalami kegagalan operasi yaitu batalnya perjalanan kereta api selama 6 (enam) jam atau lebih pada lintas terjadinya kecelakaan;

 

Selain itu, KNKT juga dapat melaksanakan investigasi terhadap kecelakaan yang sering terjadi di lokasi yang sama atau kecelakaan yang terjadi pada tipe sarana/prasarana yang sama.

 

Sedangkan untuk pelaksanaan investigasi dan penelitian pada perlintasan sebidang dikoordinasikan oleh tim investigasi Kecelakaan Transportasi Jalan.

 

 

Tim Investigasi

 

Untuk penentuan penyebab kecelakaan kereta api dan perumusan rekomendasi keselamatan, Tim Investigasi Kereta Api KNKT dilakukan di bawah Sub Sub Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Kereta Api dan beranggotakan kumpulan profesional di bidang perkeretaapian, yang meliputi ahli :

1.     Faktor Manusia

2.     Sarana

3.     Prasarana

4.     Persinyalan dan Telekomunikasi

5.     Operasi

6.     Regulasi perkeretaapian

 

Untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas investigasi, ditempatkan staf pendukung yang secara struktural berada di lingkungan Sekretariat KNKT.

 

 

 

 

Landasan Hukum

 

1)          Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);

2)          Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1998 tentang Prasarana dan Sarana Kereta Api (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3777);

3)          Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1998 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 189, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3795);

4)          Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5048);

5)          Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 1999 Tentang Komite Nasional Keselamatan Transportasi;

6)          Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 82 Tahun 2000 tanggal 5 Desember 2000 tentang Investigasi Penyebab Kecelakaan Kereta Api;

7)          Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2003 tanggal 7 Februari 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

 

 

INVESTIGASI OLEH KNKT DILAKSANAKAN DENGAN BERDASARKAN  pada :

 

I.           UU NO. 23 TAHUN 2007

Pasal 175

(1)       Pemeriksaan dan penelitian penyebab kecelakaan kereta api dilakukan oleh Pemerintah.

(2)       Pelaksanaan pemeriksaan dan penelitian kecelakaan kereta api sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) dilakukan oleh suatu badan yang dibentuk atau ditugaskan oleh Pemerintah.

(3)       Hasil pemeriksaan dan penelitian penyebab kecelakaan kereta api sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dibuat dalam bentuk rekomendasi wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah, penyelenggara Prasarana Perkeretaapian, dan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian serta dapat diumumkan kepada publik.

 

II.         KEPPRES NOMOR 105 TAHUN 1999

Pasal 2

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mempunyai tugas:

a.         Melakukan investigasi dan penelitian yang meliputi analisis dan evaluasi sebab-sebab terjadinya kecelakaan transportasi;

b.         Memberikan rekomendasi bagi penyusunan perumusan kebijaksaan keselamatan transportasi dan upaya pencegahan kecelakaan transportasi;

c.          Melakukan penelitian penyebab kecelakaan transportasi dengan bekerjasama dengan organisasi profesi yang berkaitan dengan penelitian penyebab kecelakaan transportasi.

  

III.       KEPMENHUB NO. KM 83 TAHUN 2000

Bab II Pasal 2

(1)       Setiap terjadi kecelakaan kereta api harus dilakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan.

(2)    Penelitian kecelakaan kereta api sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Komite.

 

 


 

Alur Kerja Investigasi

 

 

 


 



TOP